Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik adalah museum yang terletak di Jalan Pos Kota No 2, Jakarta Barat. Museum ini berada di seberang Museum Sejarah Jakarta. Museum ini menyimpan berbagai koleksi keramik lokal dari berbagai daerah di Tanah Air, dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14 dan dari berbagai negara di dunia.

Setelah beralih menjadi beberapa fungsi, seperti menjadi kantor walikota, akhirnya pada tahun 1976 gedung ini diresmikan sebagai Gedung Balai Seni Rupa oleh alamarhum Soeharto yang saat itu menjabat sebagai presiden RI. 

Peresmian Museum Keramik dilakukan oleh gubernur Ali Sadikin pada tahun 1977. Karena terdapat museum keramik di dalamnya maka sejak tahun 1990 museum ini menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik. 

Museum ini menyimpan koleksi seni rupa dan keramik. Ruang pamer karya seni rupa terpisah dengan ruang pamer keramik. Pada ruang pertama, pengunjung akan melihat sejarah gedung, dan ruang – ruang selanjutnya adalah tempat pameran lebih dari 500 karya seni rupa dari masa ke masa. 

Karya seni tersebut dibuat dengan berbagai teknik dan dari bahan yang berbeda, misalnya patung, sketsa, totem, batik lukis, dan lain sebagainya. Pengunjung bisa melihat patung yang bercirikan klasik tradisional dari Bali, totem kayu yang magis dan simbolis karya I Wayan Tjokot dan keluarga besarnya. 

Totem adalah hewan atau figur alam yang secara spiritual mewakili sebuah kelompok dari orang-orang seperti suku.

Di museum ini juga terdapat lukisan lukisan karya Raden Saleh, Affandi, S. Sudjojono, Dullah, dan pelukis terkenal Indonesia lainnya. Semua karya seni lukis berbagai aliran seperti realisme, romantis, dan lain-lain bisa disaksikan di sini. 

Sedangkan pada ruangan lain, pengunjung akan melihat berbagai koleksi keramik dari masa abad ke-14 dan keramik masa dinasti Ming dan Ching. Koleksi keramik di museum ini berasal dari berbagai wilayah Indonesia dan beberapa negara lainnya. Yang paling banyak adalah koleksi keramik dari Cina.

Kemudian ada beberapa koleksi lain seperti barang-barang muatan Intan Wreck abad ke-10 yaitu berupa  alat tukar, bagian dari arca, pedestal/ lapik, anak timbangan, hiasan pintu, pegangan pintu, cetakan stupa, fragmen cakra, bel, fragmen alat-alat logam, cermin dari cina dan Indonesia. 

Selain koleksi, museum ini juga dilengkapi dengan perpustakaan. Di sudut lain, pengunjung akan menemukan toko souvenir dan pengunjung bisa mendapatkan aneka cenderamata, kartu pos, buku seni rupa, kipas, dan lain-lain. Museum ini dibuka setiap hari Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00.

comments powered by Disqus
OTHER RELATED PLACES
Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia didirikan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa..
Details
Museum Wayang
Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia dari semua bahan sekaligus tempat wisata edukatif untuk lebih mengenal kesenian wayang..
Details
Jembatan Gantung Kota Intan
Jembatan Kota Intan merupakan jembatan gantung tertua di Jakarta yang menghubungkan Jl. Nelayan Barat dan Jl. Tiang Bendera, Roa Malaka, Jakarta Barat. ..
Details
Masjid Jami Angke Al Anwar
Masjid Jami Angke Al Anwar adalah salah satu masjid tertua di Jakarta dengan desain bangunan campuran antara unsur bangunan Bali, Belanda, Jawa serta Cina...
Details